Ganjaran Bagi Orang yang Memberikan Pinjaman

 Ganjaran Bagi Orang yang Memberikan Pinjaman

Kitapastibisa.id – Ganjaran Bagi Orang yang Memberikan Pinjaman – Okezone

Ganjaran Bagi Orang yang Memberikan Pinjaman – Sebagian besar umat muslim memandang hutang sebagai suatu hal yang harus dihindari. Hal tersebut memanglah benar. Dari Tsauban radhiyallahu anhu mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda

“Barang siapa yang meninggal dalam keadaan terbebas dari tiga hal: sombong, ghulul (khianat) dan hutang, maka dia akan masuk surga.” (Sunan at-Tirmidzi, 1572)

Pernyataan tersebut serupa dengan hadis yang disampaikan dari Abu Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang juga mendengar hal serupa dari Rasulullah,

“Jiwa seorang mukmin itu tertahan oleh sebab utangnya sampai hutang itu dilunasi.” (Musnad Ahmad II/440, 475, 508; Sunan at-Tirmidzi no. 1078-1079; Sunan ad-Darimi II/262; Sunan Ibnu Mâjah no. 2413).

Hadis-hadis tersebut memberi pesan kepada seluruh umat muslim untuk menahan dirinya dari berhutang. Berbagai macam tekanan muncul manakala seseorang berhutang. Mulai dari tekanan emosional di mana seseorang merasa tercekik oleh hutangnya sendiri, hingga terjerumus dalam lingkaran hutang kala ia harus menutupi hutang yang lama dengan hutang yang baru.

Baca Juga  Memaknai Mandul dari Perspektif Islam

Itulah sebabnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan kepada umatnya untuk sebisa mungkin tidak berhutang.

Baca Juga: Hukum Salat Berjamaah dengan Social Distancing

Meneladani Rasul: Kemuliaan dalam Memberikan Pinjaman

Meskipun sangat diimbau untuk tidak berhutang, namun pada kondisi tertentu hutang kerap menjadi satu-satunya solusi untuk menyambung hidup. Bayangkan ketika seorang hamba Allah benar-benar dalam kesulitan, tidak memiliki apa-apa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Satu-satunya jalan adalah berhutang.

Untuk itu, islam memberikan solusi. Islam memberikan kemuliaan kepada mereka yang bersedia meminjamkan sejumlah uangnya kepada sesama muslim. Bahkan dalam sebuah riwayat, pahala memberikan qardh atau meminjamkan harta lebih besar dari bersedakah.

Kala Nabi melaksanakan Isra’ Mi’raj, beliau sempat melihat sebuah tulisan yang membuat dirinya bingung. Di salah satu pintu surga, Nabi shallallahu alaihi wa sallam melihat sebuah tulisan yang menyebutkan bahwa pahala memberikan hutang lebih besar dari bersedekah.

Sepengetahuan Nabi sebelumnya, sedekah lebih besar dari pahala mengutangkan. Bingung akan tulisan tersebut, Nabi bertanya kepada malaikat Jibril. Kisah tersebut diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bercerita,

Baca Juga  Antara Sehat dan Kaya Mana yang Lebih Utama?

”Aku melihat pada waktu malam di-isra’kan, pada pintu surga tertulis: sedekah dibalas sepuluh kali lipat dan qardh (meminjamkan harta) delapan belas kali. Aku bertanya, Wahai Jibril, mengapa qardh lebih utama dari sedekah? Ia menjawab, karena peminta, meminta sesuatu padahal ia punya. Sedangkan yang meminjam tidak akan meminjam kecuali karena keperluan.” (HR. Ibnu Majjah)

Melalui hadis tersebut, Nabi mengingatkan pada umatnya agar bersedia membantu sesama muslim, baik dalam bentuk memberikan pinjaman. Hal tersebut sebagaimana hadis hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, beliau mendengar sabda Nabi,

“Barang siapa yang melepaskan dari seorang muslim kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; dan barang siapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang sedang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat; dan barang siapa yang menutupi ‘aib seorang muslim di dunia, maka Allah akan menutupi ‘aibnya di dunia dan di akhirat; dan Allah akan senantiasa menolong hambanya, selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. At-Tirmidzi)

Baca Juga  Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat?

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *