Ganjaran Bagi Orang yang Mampu Menahan Amarah

 Ganjaran Bagi Orang yang Mampu Menahan Amarah

Kitapastibisa.id – Ganjaran Bagi Orang yang Mampu Menahan Amarah – Ayotasik

Ganjaran Bagi Orang yang Mampu Menahan Amarah – Sebaiknya Anda menahan dulu amarah Anda. Mengontrol emosi adalah hal yang sulit, terlebih kala kondisi mendukung untuk melepaskannya. Mendengar orang lain berkata “sabar” bahkan bisa membuat diri semakin berang. Itu sebabnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut orang yang mampu menahan amarahnya sebagai orang yang spesial.

Kala itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada sahabat soal siapakah manusia yang paling kuat. Sahabat menjawab bahwa orang yang paling kuat adalah orang yang pandai gulat. Sosok manusia kekar yang piawai dalam berkelahi selalu identik dengan kekuatan dan label orang kuat. Namun, bukan itu yang dimaksud oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salla bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, sungguh orang yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut pandangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang yang paling kuat ialah orang yang mampu menahan amarahnya, dan orang yang mampu menguasai dirinya ketika ia marah. Dalam hadits lainnya, hal serupa disebutkan.

Baca Juga  Kartini Muljadi Pebisnis Perempuan Yang Masuk Forbes

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia melihat seorang lelaki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116.)

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits lainnya menjelaskan ganjaran bagi orang yang mampu bersabar, salah satunya sebagaimana diriwayatkan oleh Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang menahan marahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya hasan)

Baca Juga: Tata Cara dan Rahasia Keutamaan Salat Dhuha

Tips Menahan Amarah

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa surga adalah balasan bagi orang yang mampu menahan amarah. Hal tersebut disampaikan oleh Abu Darda radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda:

Baca Juga  Merapikan Rumah Ala Marie Kondo

“Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadits ini shahih lighairihi).

Lantas, apa yang harus kita lakukan kala dorongan emosi begitu kuat? Islam selalu hadir dengan solusi dari setiap perkara. Setidaknya terdapat lima kiat yang dapat dipraktikkan untuk menahan amarah.

1. Meminta perlindungan Allah

Pertama, bacalah ta’awudz (audzubillahi minasyaiton ni rajim) ketika diri hendak marah. Boleh jadi kala diri dilanda perasaan ingin marah setanlah yang mengganggu kita. Untuk itu, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan setan, termasuk saat diri hendak marah.

2. Diam

Kedua, diam ketika hendak marah. Hal tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang berbunyi:

“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi).

3. Mengambil air wudhu

Ketiga, pergi untuk mengambil air wudhu. Marah boleh jadi berasal dari setan yang tercipta dari api. Hendaklah kita berwudhu untuk menghilangkan rasa amarah tersebut. Hal tersebut disampaikan dalam hadist dari Athiyyah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Baca Juga  Mustajabnya Doa Orang Tua Pada Anaknya

Islam hadir dengan solusi bagi setiap permasalahan, termasuk untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Sebuah pepatah mengatakan hati yang terluka oleh kata-kata seperti kayu yang tertancap oleh paku. Begitulah Islam mencegah sesamanya untuk saling melukai hati melalui ucapannya, terutama ketika mereka marah.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *