Dompet Berbahan Utama Limbah Kulit Apel

 Dompet Berbahan Utama Limbah Kulit Apel

Dompet Berbahan Utama Limbah Kulit Apel – Greeners

Dompet Berbahan Utama Limbah Kulit Apel – Dompet umumnya terbuat dari kulit binatang, sebut saja sapi, kerbau, buaya, ular, kanguru. Ada juga yang bermaterialkan bahan kanvas, kain, atau sejenis. Tak dipungkiri kualitas dompet juga menunjukkan gengsi si pemilik. Namun ada juga perusahaan yang mengedepankan material bahan yang aman bagi lingkungan.

Salah satu perusahaan bidang industri di Kanada, Samara menggunakan bahan alami dari buah. Alih-alih menggunakan plastik, para produsen memanfaatkan limbah kulit apel yang dikumpulkan dari industri jus.

Dua desainer perempuan kakak beradik meluncurkan inovasi baru, yakni dompet mini dari kulit buah apel. Kedua desainer Samara tersebut termotivasi mengembangkan bahan untuk mengganti plastik dari minyak bumi.

Umumnya, plastik digunakan sebagai bahan pengganti kulit hewan. Setelah satu tahun berinovasi dengan tujuan menciptakan produk favorit berbahan dasar kulit apel, terciptalah Apple Leather Mini.

Untuk memastikan produk yang digunakan terbuat dari bahan berkualitas baik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, suatu produk dapat dilihat dari penggunaan bahan seminimal mungkin dan tanpa merusak makhluk hidup saat prosesnya.

Baca Juga  5 Momen Ikonik North-West Derby

Baca Juga: Resep Membuat Tteokbokki Anti Gagal

Industri Ramah Lingkungan Dengan Nilai Ekonomis Tinggi

Dompet Berbahan Utama Limbah Kulit Apel
Kitapastibisa.id – Dompet Berbahan Utama Limbah Kulit Apel – Greeners

Perusahaan asal Hong Kong punya ide unik memanfaatkan barang tak berguna menjadi sesuatu dengan nilai ekonomis tinggi. Perusahaan bernama Life Green Ltd. itu menggunakan kulit apel untuk bahan baku produk tas dan sepatu.

Proses mengubah sisa-sisa kulit apel menjadi bahan seperti kulit memakan waktu kurang lebih dua bulan. Setelah bewujud lembaran-lembaran besar barulah bahan dari kulit apel bisa digunakan sebagai bahan baku tas atau sepatu. Bahan tersebut diprediksi mampu bertahan hingga 10 tahun.

“Sejak lama sisa-sisa kulit apel dibakar, hal itu menyebabkan polusi yang merusak atmosfer. Tujuan terobosan ini adalah membuat bahan mirip kulit yang ramah lingkungan,” jelas Kepala Desain dan Produksi Life Green Ltd. Henry Hong

Oskar Metsavaht, desainer asal Brazil mengejutkan dunia fashion dengan menciptakan pakaian berbahan dasar kulit ikan. Inovasi ini ia cetuskan sebagai alternatif dari fashion item yang menjadikan kulit ternak sebagai bahan dasarnya.

Baca Juga  Bahaya Memakai High Heels Terlalu Sering

Langkah ini juga ia lakukan sebagai bentuk protes atas deforestasi disebabkan oleh perluasan lahan industri peternakan yang merusak hutan hujan Amazon. Secara spesifik, ikan yang digunakan adalah ikan pirarucu yang berhabitat di sungai Amazon.

Adapun sederet produk fashion yang didesain Oskar dengan bahan dasar sustainable ini meliputi jaket, tas dan beragam aksesoris. Potongan kulit ikan yang tadinya terbuang, olehnya dirangkai hingga membentuk pola sisik ikan yang elegan dan seamless. Sifat dasar kulit ikan yang mengkilap juga jadi nilai tambahan dari produk-produk ramah lingkungan rancangan Oskar.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *