Definisi Zina Beserta Jenis-jenis Zina

 Definisi Zina Beserta Jenis-jenis Zina

Kitapastibisa.id – Definisi  Zina Beserta Jenis-jenis Zina – Sindo

Definisi  Zina Beserta Jenis-jenis Zina – Zina termasuk dosa besar. Dalam surat Al-Furqon ayat 68 Allah bahkan menyandingkan perbuatan zina dengan pembunuhan. Allah ta’ala berfiman,

“Dan orang-orang yang tidak beribadah kepada tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (al-Furqân 25:68)

Lazimnya, zina berarti hubungan seksual layaknya suami istri dengan seseorang yang bukan mahramnya. Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), zina merupakan perbuatan bersenggaman antara dua orang yang tidak terikat pernikahan.

Ustadzah Aini Aryani dalam buku Halal-Haram Menikahi Wanita Berzina dan Hamil pun memiliki definisi yang serupa. Dalam buku tersebut, beliau memberikan definisi dari imam 4 mahzab, yakni mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah.

Dalam karyanya, Ustadzah Aini Aryani menyebut bahwa empat imam tersebut mendefinisikan zina sebagai hubungan seksual. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk tidak mendekati zina. Allah ta’ala berfirman,

Baca Juga  Kisah Sahabat Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32).

Lantas, apa saja hal-hal yang masuk ke dalam kategori mendekati zina?

Baca Juga: Rasa Malas dalam Kacamata Islam dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis Zina

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menyebut bahwa setiap orang memiliki bagian dari zina. Maksudnya, seseorang tidak akan lepas dari hal tersebut. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya” (HR. Al Bukhari no. 6243).

Zina dapat dibagi melalui bagian tubuh manusia. Zina mata, lisan, hati, hingga kemaluan. Mengutip dari umma.id, zina terbagi menjadi dua, yakni: zina al-lama dan zina muhsan.

Baca Juga  Adab Berbicara Yang Baik Dalam Islam

Zina al-lama diartikan sebagai zina yang dilakukan oleh pancaindera. Bentuk dari zina al-lama dapat berupa: pertama, mata melihat hal-hal yang tidak diperkenankan dalam Islam seperti aurat lawan jenis. Kedua, hati dan pikiran yang memikirkan lawan jenis secara berlebihan. Misal, membayangkan hal yang tidak seronok. Ketiga, lisan yakni untuk menggoda lawan jenis yang bukan mahramnya. Keempat, menggunakan tangan untuk menyentuh lawan jenis yang bukan mahramnya.

Sedangkan zina muhsan merupakan zina yang kita semua ketahui, yakni bersenggama. Zina muhsan memiliki dua jenis, yakni muhsan dan ghairu muhsan.

Perbedaan dua jenis zina tersebut dibedakan dari status pelaku. Zina muhsan adalah perbuatan zina oleh mereka yang telah menikah. Sedangkan zina ghairu muhsan oleh mereka yang belum menikah. Untuk itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk menundukkan pandangan agar tidak terjerumus dalam perbuatan zina. Apabila telah melakukan kesalahan, maka perbanyaklah beristigfar dan bertaubat.

Artikel Terkait