Dari Mana Tradisi Halalbihalal di Indonesia?

 Dari Mana Tradisi Halalbihalal di Indonesia?

kitapastibisa.id – Dari Mana Tradisi Halalbihalal di Indonesia?

Halalbihalal Tradisi di Indonesia – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, halalbihalal merupakan bentuk silaturahmi atau menyambung hubungan persahabatan antar sesama pasca bulan suci Ramadan. Meski konsep tradisi ini terdengar seperti bahasa Arab, namun budaya ini hanya ada di Indonesia.

Kegiatan utama dalam halalbihalal sejalan dengan makna Idul Fitri yang dikenal di Indonesia, yakni kembali suci. Dengan demikian, kesucian yang diraih setelah menempa diri dengan puasa sebulan penuh harus disempurnakan dengan saling memaafkan melalui tradisi ini.

Lantas, sebagai tradisi khas Indonesia, dari mana awal mulanya?

Mosaik Konsep Halalbihalal Indonesia

Menelusur tradisi ini di Indonesia layaknya menyusun sebuah mosaik. Banyak sekali sumber yang menunjukkan asal muasal kata halalbihalal yang diartikan sebagai momen maaf-maafan ini. Sumber-sumber tersebut beragam, mulai dari tukang martabak asal India, hingga Presiden Soekarno.

Dilansir dari historia.id, sumber pertama ihwal asal usul tradisi ini terekam dalam bigrafi Sunarto (1997) di kamus Jawa-Belanda Th. Pigeaud terbitan 1938. Kata tersebut juga diketahui dan dipopulerkan oleh pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari, Solo, sekitar tahun 1935-1936. Para pedagang martabak kala itu kerap menjajakan dagangannya sambil berkata, ‘martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal’.

Baca Juga  Cerita Rasulullah Tentang Seorang Berkulit Hitam dan Pertanyaan Surga

Menurut sumber kedua, kata halalbihalal dipopulerkan oleh presiden pertama Republik Indonesia, yakni Soekarno. Beliau mencetuskan istilah tersebut pada Lebaran pertama pasca-Indonesia merdeka, melalui diskusi dengan ulama Muhammadiyah asal Minangkabau, Buya Hamka. Bukan hanya ini saja, masih banyak sumber mengenai sejarah Tradisi ini, berikut selengkapnya.

Sumber ketiga mengatakan bahwa terminilogi tradisi ini dikenalkan oleh seorang ulama Nahdlatul Ulama, KH Wahab Chasbullah. Beliau mengungkapkan istilah tersebut kepada Presiden Soekarno pada tahun 1948 sebagai strategi merajut perdamaian di tengah konflik internal dan eksternal yang masih sering terjadi kala itu. Halalbihalal hadir sebagai cara yang dinilai efisien dalam meredakan ketegangan politik dalam negeri.

Sumber lainnya mengatakan bahwa konsep halalbihalal sudah dikenal sejak tahun 1924 melalui warga Muhammadiyah, organisasi Islam modernis yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tahun 1912. Konsep

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *