Cinta Itu Dipupuk, Bukan Hadir Tanpa Usaha

 Cinta Itu Dipupuk, Bukan Hadir Tanpa Usaha

Kitapastibisa.id – Cinta Itu Dipupuk, Bukan Hadir Tanpa Usaha- Liputan6

Cinta Itu Dipupuk, Bukan Hadir Tanpa Usaha – “Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku. Beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa,” untaian lirik Risalah Hati oleh Dewa 19.

Siapa yang tak akrab dengan lagu bertajuk Risalah Hati yang dibawakan oleh Dewa 19? Lagu yang dinyayikan oleh pujangga tersohor pada zamannya itu telah membakar api semangat para penggawa muda yang tengah mencari cinta. Bagaimana tidak? Untaian liriknya kerap mengingatkan kita akan perjuangan untuk mendapatkan cinta dari pujaan hati.

Berbicara soal mendapatkan cinta, masih banyak manusia di muka bumi ini yang belum menemukan cinta sejatinya. Peluh keringat dari usaha mencari cinta rasanya tidak ada hasilnya. Lirik lagu Risalah Hati kemudian pupus tak punya makna. Lantas, seperti apa cinta sejati itu?

Cinta yang hebat adalah cinta yang sederhana, tak perlu banyak drama. Begitu ungkapan populernya. Narasi kontemporer seperti ‘cinta pandangan pertama’, atau ‘satu-satunya tambatan hati’ kemudian mengaburkan makna dari perjuangan cinta itu sendiri. Para pencari cinta dilelahkan dengan perjalanan mencari cinta sejati mereka tanpa memahami makna dari cinta itu sendiri.

Konsep ‘The One’ atau cinta sejati yang berkembang justru menyulitkan para pencari cinta. Konsep tersebut berkembang dari mitos dan dongeng yang membuat mereka percaya bahwa cinta sejati sudah disediakan untuk mereka. Tenggelam dalam pemahaman tersebut, usaha atau tanpa usaha, jodoh sudah ditangan Tuhan. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Dr Robert Epstein, peneliti dan mantan pemimpin redaksi situs Psychology Today.

Baca Juga  Menilik Asal-usul Nenek Moyang Manusia Versi Islam

“Mereka menciptakan mitos yang sangat kuat. Mitos mengenai ‘The One’ adalah kekeliruan lain yang sangat merusak. Kita percaya bahwa ‘The One’ sudah dipersiapkan untuk kita, asal kita bisa menemukannya. Begitu kita menemukan The One, kita mengira dia tidak akan pernah berubah, dan begitu pula kita,” papar Epstein dikutip dari kompas.com.

Lantas, bagaimana cinta yang hebat itu?

Baca Juga: Hanifan Musliman: Sosok Dalam Islam

Cinta yang Hebat Adalah Cinta yang Sederhana

Mengulang kembali pernyataan sebelumnya, cinta yang baik adalah cinta yang sederhana. Tanpa banyak drama, cinta yang sederhana dipercaya mampu melanggengkan hubungan asmara hingga akhir hayat. Cinta yang tak kandas hingga akhir hayat itu adalah cinta yang didambakan oleh seluruh insan manusia.

Berbicara soal kesederhanaan cinta, kita semua pasti mengetahui kisah cinta Habibie dan Ainun yang disebut sebagai kisah cinta sejati orang Indonesia. Hingga akhir hayatnya, Habibie terlihat begitu mencintai perempuan yang menjadi istrinya itu. Hal tersebut terlihat ketika ia harus mengantarkan istrinya ke tempat peristirahatan terakhirnya. Air mata mengucur deras dari kedua matanya, raut wajahnya menunjukkan perasaan kehilangan yang begitu mendalam.

“Antara saya dan Ainun adalah dua raga dalam satu jiwa,” begitulah ungkapan cinta Habibie pada Ainun.

Baca Juga  Film Lama Yang Masih Layak Untuk Ditonton

Bagaimana cinta masih dapat bersemi bahkan saat usia senja menyapa? Menurut Pendapat Louise Rafkin, penulis buku Other People’s Dirt, cinta yang sederhana nan kuat adalah cinta yang berhasil dipupuk. Melalui penelitian yang ia bukukan itu, ia mengungkapkan bahwa upaya memupuk cinta adalah dengan belajar mencintai pasangan.

Rafkin memperhatikan banyak dari pasangan yang langgeng mengalami masa-masa sulit bersama. Masalah yang muncul dalam kisah hidup mereka tidak membuat cinta mereka pudar. Justru dengan memupuk cinta lewat belajar memahami pasangan, maka cinta tersebut dapat tumbuh subur. Layaknya pupuk yang diberikan pada bunga. Mari kita tengok kisah cinta Habibie dan Ainun dari sudut pandang Louise Rafkin.

Tiga tahun pertama setelah pernikahan Habibie dan Ainun merupakan masa terberat mereka. Kala itu, Ainun didera rasa kesepian dan kesulitan kala pergi menemani Habibie yang bekerja di Jerman. Penghasilan pas-pasan, memiliki suami yang kian sibuk bekerja sambil menyelesaikan disertasi, hingga mengandung anak pertama. Namun, segala cobaan itu tidak membuat cinta Ainun pupus. Ia justru melakukan segala apa yang perlu dilakukan agar sang suami tetap fokus pada apa yang ia lakukan.

“Hidup berat, tapi manis,” ungkap Ainun, dikutip dari theasianparent.com.

Belajar untuk Mencintai Adalah Upaya untuk Memupuk Cinta

“Kita putus, ya!” ungkapan yang begitu sering dilontarkan oleh muda-mudi milenialis kala menemukan ketidakcocokan pada pasangannya.

Baca Juga  Cara Tepat Menghemat Uang Belanja Bulanan

Bukan berarti saat terdapat keburukan atau ketidakcocokan pada pasangan lantas sepah dibuang. Kisah cinta Ainun dan Habibie menjadi salah satu kisah yang patut diteladani ketika berbicara soal belajar untuk mencintai. Dari kisah mereka berdua, kita dapat memahami bahwa cinta sejati adalah cinta yang dipupuk. Cinta sejati diraih melalui perjuangan belajar untuk mencintai, belajar untuk memahami pasangan, dan belajar untuk menerima kekurangan.

Belajar mencintai merupakan apa disebut oleh Robert Epstein sebelumnya sebagai hal yang dilewatkan oleh masyarakat kontemporer. Konsep ‘The One’ membuat orang merasa bahwa kepelikan dalam kisah asmara sebagai pertanda bahwa pasangannya bukan cinta sejati. Mereka lupa, bahwa cinta sejati perlu dipupuk, perlu diperjuangkan.

Cinta juga tidak melulu soal pasangan hidup. Cinta dalam hubungan persahabatan adalah salah satu cinta tulus yang sederhana. Cinta yang muncul dari rasa saling memahami satu sama lain. Kecocokan dalam pertemanan merupakan bukti dari kemampuan masing-masing pihak untuk menekan ego mereka dalam mempersoalkan kekurangan dari kawan mereka.

Belajar mencintai merupakan usaha yang agaknya mulai dilupakan oleh para pencari cinta. Mereka lupa bahwa belajar mencintai juga termasuk dari upaya mendapatkan hati seseorang setelah banyak drama yang berlalu dalam kisah cinta mereka. Begitulah yang coba diingatkan oleh lagu Risalah Hati dari Dewa 19.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *