Celyn Bocah Jenius Asal Sragen Mengantongi 700 Piala

 Celyn Bocah Jenius Asal Sragen Mengantongi 700 Piala

Kitapastibisa.id – Celyn Bocah Jenius Asal Sragen Mengantongi 700 Piala – Kompas

Celyn, namanya. Bocah asal Sragen, Jawa Tengah ini ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Geliatnya dalam dunia pendidikan bak remaja dewasa yang memasuki masa keemasannya. Baru satu dekade hidup, namun ia mendulang prestasi yang tidak biasa. Elvaretta Cicelyana Yocelyn, bocah 10 tahun itu sudah mengantongi 700-an piala di rumahnya.

Sosok mungil berseragam putih merah, dengan memanggul tas ransel yang berwarna merah pula tengah berdiri di depan ruang kelas. Ia terlihat asyik dengan papan tulis dan kapur, seraya membuat figur-figur di atas papan tulis itu. Ia bukan sedang menerima tugas dari gurunya, atau bukan juga sedang dihukum. Ia adalah gurunya.

Baca Juga: Gundulan, Buah Durian Langka Asli Indonesia

Celyn didapuk menjadi guru seni budaya di Sekolahnya

Celyn Bocah Jenius Asal Sragen Mengantongi 700 Piala
Kitapastibisa.id – Celyn Bocah Jenius Asal Sragen Mengantongi 700 Piala – Madiunpos

Celyn didapuk menjadi guru seni budaya di SD Negeri 5 Plumbungan lantaran terlalu sering menjuarai lomba menggambar. Menurut keterangan keluarganya, sekitar 700-an piala lomba menggambar terpajang di rumahnya. Sekitar 70 persen piala tersebut merupakan hadiah sebagai juara pertama.

Baca Juga  Menempuh Pendidikan Dengan Pakaian Lusuh

Putri dari Joko Sunoto (36) dan Indah Pujiastuti (36) itu sudah menggeluti dunia lomba menggambar sejak berumur 4 tahun. Selama enam tahun sejak itu, setiap hari Sabtu dan Minggu ia terus mengikuti lomba menggambar. Dari hasil lomba tersebut, tak hanya piala yang ia dapat. Saat ini Celyn mengantongi uang sebesar 80 juta. Uang hasil lomba itu hendak dibelikan sebuah mobil, ungkap Celyn.

Meski kerap disebut sebagai guru di sekolahnya, namun pada dasarnya ia bukanlah guru. Menurut Rhea Yustitie, guru SMAN 1 Boyolali, Jawa Tengah, untuk menyandang status guru sekolah, siapapun itu harus memenuhi syarat berpendidikan Diploma IV atau Strata 1. Celyn merupakan tutor sebaya yang tugasnya membantu guru dalam mengajar.

Celyn sudah melakoni kegiatan mengajarnya sejak kelas 2 SD. Ia mengajar tiga kali seminggu di tiga kelas berbeda. Bahkan, ia pernah mengajar kakak kelasnya saat ia duduk di kelas 2. Bak seorang profesional, ia pernah diprotes lantaran cara mengajarnya terlalu rumit.

Indonesia Masih Butuh Guru

Anak yang menjadi guru merupakan sebuah prestasi bagi orang tuanya. Terlebih, jika anak tersebut masih berumur 10 tahun. Terlepas dari pro dan kontra anak umur 10 tahun membantu gurunya untuk belajar, Kehadiran Celyn dalam dunia pendidikan lantas meninggalkan pertanyaan. Bagaimana seorang siswa yang tugas utamanya belajar, justru diminta untuk mengajar?

Baca Juga  Diplomat Asal Papua yang Cemerlang

Kondisi tersebut dapat dijelaskan melalui pernyataan Ketua MPR Rim Bambang Soesatyo, mengenai kebutuhan guru di Indonesia. Dalam pernyataan yang tertulis di Jawapos.com (05/01), 2020, pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan Indonesia masih kekurangan guru hingga 1,1 juta orang per 2019 Agustus lalu.

Jumlah tersebut kemungkinan meningkat, di mana ia mengingatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengantisipasi hal tersebut, mengingat jumlah guru yang akan pensiun di sepanjang tahun 2019 hingga 2023 mencapai 316,5.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *