Cara Menghadapi Orang Yang Munafik

 Cara Menghadapi Orang Yang Munafik

Kitapastibisa.id – Cara Menghadapi Orang Yang Munafik – Brilio

Cara Menghadapi Orang Yang Munafik – Munafik merupakan sebuah sifat yang sangat tercela. Hal ini lantaran tipu daya mereka mampu merugikan banyak orang. Saking tercelanya orang munafik, Allah subhanahu wa ta’ala meletakkan mereka pada dasar atau kerak api neraka. Dalam surat An-Nisa ayat 145,

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan engkau tidak akan menjumpai seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisa’: 145).

Mereka memperlihatkan keislaman mereka namun hanya untuk memperolok-olok. Beberapada dari mereka terlihat alim, namun sebenarnya mereka hendak menyerang kaum muslimin. Hati mereka ingkar dan bakil, sebagaimana Allah dalam Alquran menyebutnya.

Beberapa ciri dari orang-orang munafik antara lain: bakhil, berkata dusta, ingkar dan suka mencaci maki. Hal tersebut termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 19,

“Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Ahzab:19)

Baca Juga  3 Kesalahan Pemain Sepak Bola Dunia yang Berujung Kekalahan

Tak jarang kita menjumpai orang-orang seperti ini. Lantas, bagaimana cara menghadapi mereka menurut ajaran Islam?

Baca Juga: Tiga Hal Penyebab Kerasnya Hati

1. Memberikan Nasehat yang Lembut dan Santun

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk berkata baik dan santun. Termasuk dalam memberikan nasehat atau dakwah. Tentu, dalam memberikan nasehat kepada orang munafik, kita tidak langsung mengatakan bahwa ia adalah orang munafik. Namun, singgunglah salah satu sifat yang menonjol dari mereka.

Misal, mereka gemar berbohong dan kita mengetahuinya. Maka, tegurlah kebohongan tersebut. Dan, bukan mengatakan bahwa ia adalah seorang munafik. Kesantunan dalam nasehat termaktub dalam surat Al-’A’raf ayat 199,

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf:199).

2. Waspada dan Menahan Diri

Orang munafik memiliki berbagai macam wujud. Alquran menyebut bahwa ada sebagian dari mereka yang memiliki penampilan yang memukau. Tak hanya itu, tutur katanya pun sangat meyakinkan dan sangat menarik. Untuk itu, Allah ta’ala dalam surat Al-Munafiquun ayat 4 telah memperingatkan,

Baca Juga  Ganjaran Bagi Orang yang Memberikan Pinjaman

“Dan apabila engkau melihat mereka, penampilan mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau (terpukau dan suka untuk) mendengarkan tutur katanya.” (QS. Al Munaafiquun:4).

Oleh karenanya kita harus menahan dari dari godaan orang seperti itu. Jangan karena ia berpenampilan baik dan bersuara merdu, lantas kita membenarkan segala yang ia katakan. Hal tersebut bukanlah termasuk dalam bentuk kewaspadaan dalam kebohongan.

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan hal tersebut dalam ayat 11 surat An-Nur. Allah befirman,

“Sesungguhnya orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).” (QS. An Nuur:11)

3. Sabar

Sabar bagi orang muslim tidak ada batasnya. Karena dengan sabar, seseorang mendapatkan tiket masuk ke dalam surga Allah subhanahu wa ta’ala. Sabar menghadapi orang munafik memiliki beberapa bentuk.

Baca Juga  Hukum Memakan Daging Tupai, Halal atau Haram?

Pertama, sabar dalam menasehati. Sudah menjadi tugas seorang muslim untuk saling menasehati dan mengingatkan. Termasuk kepada mereka yang munafik.

Kedua, sabar ketika mendapat ujian dari orang munafik. Ketika mereka membalas kebaikan serta nasehat dengan keburukan, maka yang terbaik adalah mengembalikannya kepada Allah. Sebagaimana firman Allah,

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar:10).

Artikel Terkait