Cara Memasak Unik Khas Tanah Papua

 Cara Memasak Unik Khas Tanah Papua

Kitapastibisa.id – Cara Memasak Unik Khas Tanah Papua – Makanabis

Cara Memasak Unik Khas Tanah Papua – Setiap daerah di Indonesia pastinya memiliki makanan khasnya masing-masing. Semua makanan khas dari masing-masing daerah itu pastinya unik dan memiliki cita rasa khas yang lezat. Salah satunya adalah makanan dari Papua yang juga mempunyai banyak makanan khas, dengan cara memasak atau mengolah bahan makanan yang tidak kalah uniknya.

Makanan khas Papua jarang ada yang dimasak dengan digoreng, lebih banyak dibakar atau direbus. Ini karena minyak goreng sulit didapatkan di Papua, teman-teman. Minyak Goreng Sulit Ditemukan di Papua, menjadi Penyebab utama makanan khas Papua jarang ada yang digoreng adalah minyak goreng sangat sulit ditemukan di sana. Akses dan medan tempuh yang cukup berat membuat warga Papua suli membeli minyak goreng, bahkan bumbu seperti bawang dan garam juga kadang sulit ditemukan dalam kuliner Papua. Karena itulah, warga Papua lebih sering mengolah makanan dengan cara dibakar ataupun dijadikan makanan berkuah.

Di Papua sendiri sebenarnya ada minyak yang sering digunakan, yaitu minyak kelapa. Itu karena Papua menjadi daerah yang banyak ditanami pohon kelapa sehingga lebih mudah menemukan dan memproduksi minyak kelapa. Namun, minyak kelapa ini juga jarang digunakan sebagai bahan masakan. Minyak kelapa biasanya digunakan sebagai bahan perawatan kulit dan tubuh.

Baca Juga  Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah

Baca Juga: Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia

Proses Memasak yang Mempertahankan Kekayaan Alam

Cara Memasak Unik Khas Tanah Papua
Kitapastibisa.id – Cara Memasak Unik Khas Tanah Papua – Uzone

Masyarakat Papua sendiri lebih menyenangi proses memasak yang mempertahankan gizi dan memanfaatkan kekayaan alam di sekitar. Mereka sering mengolah makanan dengan metode barapen, yautu salah satu proses memasak tradisional khas Papua yang masih dipertahankan. Barapen juga dikenal dengan sebutan bakar batu. Metode memasak bakar batu ini adalah ritual memasak bersama yang bertujuan untuk memanjatkan rasa syukur, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat, menyambut kabar bahagia, hingga mengumpulkan prajurit untuk berperang. Jadi bukan hanya sekedar memasak, metode ini juga merupakan tradisi masyarakat yang masih dijaga.

Cara Memasak dengan menggunakan metode barapen atau bakar batu, yaitu dengan batu-batu kali yang besar disusun kemudian api dinyalakan. Bahan makanan yang akan dimasak kemudian ditata di atas atu-batu yang disusun rapi, kemudian di bagian atas makanan ditimpa dengan batu lagi. Bahan makanan itu misalnya ikan, daging, ayam, daging sapi, atau daging babi. Selain daging, makanan yang sering diolah dengan metode barapen adalah keladi atau talas. Sebelum dibakar, bahan makanan lebih dulu dibungkus menggunakan daun talas atau daun pisang. Api untuk memasak dengan barapen ini dibuat dari kayu yang dikumpulkan kemudian dibakar, bakar batu dibuat disebuah lubang besar, lubang itu nantinya ditutupi dedaunan kering dan kembali dibakar. Proses memasak ini membutuhkan waktu yang lama, memasak dengan barapen bisa membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk mematangkan makanan. Tergantung jumlah, ukuran, dan jenis bahan makanan yang dimasak. Proses ini lama karena menunggu dua tumpukan batu agar panas.

Baca Juga  Filosofi Pakaian Adat Melayu Dari Pulau Penyengat

Metode memasak ini sangat disenangi oleh masyarakat Papua, sebab saat proses memasak mereka mengusahakan untuk tetap mempertahankan gizi di dalam makanan agar menjadi lebih menyehatkan. Masyarakat Papua memiliki prinsip untuk memasak makanan dengan cara yang sederhana tapi tetap bisa menyehatkan. Bahan makanan yang digunakan pun lebih banyak diambil dari kekayaan alam di sekitar. Mulai dari hasil kebun seperti talas, daun pakis, daun melinjo, kelapa, hingga bunga pepaya. Sampai dengan daging atau ikan hasil ternak atau berburu. Masyarakat yang tinggal di hutan biasanya mengambil bahan-bahan segar di hutan sekitar tempat tinggal mereka. Sedangkan masyarakat yang berada di dekat pantai akan memanfaatkan laut untuk berburu ikan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *