Cara I’tikaf di Rumah, 10 Malam Terakhir Ramadan

 Cara I’tikaf di Rumah, 10 Malam Terakhir Ramadan

kitapastibisa.id – Cara I’tikaf di Rumah, 10 Malam Terakhir Ramadan – Roomme

Cara I’tikaf di Rumah, 10 Malam Terakhir Ramadan – Sudah menjadi sebuah impian bagi setiap umat muslim untuk mendapatkan keutamaan malam seribu bulan, yakni malam lailatul qadar. Salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam rangka mengejar malam tersebut adalah melakukan i’tikaf di masjid selama 10 malam terakhir di bulan Ramadan.

Namun, bulan puasa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Masjid tak lagi ramai disambangi umat lantara wabah corona yang mengancam nyawa setiap manusia. Masjid dan musala ditutup dalam rangka pencegahan penyebaran virus tersebut, bahkan sejak sebelum memasuki bulan Ramadan.

Jangankan i’tikaf, untuk salat tarawih dan salat wajib di masjid saja tak bisa. Lantas, masih bisakah umat muslim meraskan manisnya berburu malam lailatul qadr tahun ini?

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar tidak mempermasalahkan ibadah i’tikaf di rumah. Menurutnya, kondisi darurat saat ini membolehkan umat untuk beribadah di rumah.

“Pada dasarnya kalau kita biasa I’tikaf di Masjid lantas kita niat aja I’tikaf di rumah, insya Allah pahala tidak akan berkurang, Allah tahu kok. Sama kaya kita jamaah di masjid karena kondisi begini akhirnya di rumah,” jelas KH Munahar Muchtar.

Baca Juga  Tips Menata Ulang Ruang Tamu Lebih Segar di Hari Raya Idul Fitri

Ia menyampaikan bahwa hal utama dalam melaksanakan ibadah sunah i’tikaf adalah niat, yakni niat yang sama sebagaimana i’tikaf di masjid. Sehingga, meski dalam kondisi wabah seperti ini, umat muslim masih dapat berburu malam seribu bulan.

Baca Juga: Shalat Jamaah dan Shalat Jum’at di Masjid ketika Terjadi Wabah

Bolehkah I’tikaf di Rumah?

Sebelum masuk ke dalam cara melaksanakan i’tikaf di rumah, mari kita pahami terlebih dahulu makna i’tikaf. Secara etimologi, i’tikaf artinya adalah menetap, tidak meninggalkan. Hal tersebut juga disampaikan oleh Imam Syafii. Menurutnya, menetap di sini dimaknai sebagai i’tikaf, terlepas dari apa yang dilakukan, baik untuk hal kebaikan atau kemaksiatan.

Dalam istilah syar’i, iktikaf secara secara terminologi dimaknai sebagai aktivitas menetap di dalam masjid dengan niat yang khusus, yakni untuk melakukan kebaikan.

Dilansir dari rumaysho.com, terdapat 4 rukun i’tikaf: Pertama, memenuhi 3 syarat, yakni islam, berakal, dan bersih dari hadats besar. Kedua, sah dilakukan di masjid. Ketiga, niat. Keempat, menetap di masjid dalam waktu tertentu.

Berdasarkan kesepakatan para ulama, masjid adalah syarat dari i’tikaf. Melakukannya di masjid lebih utama dan afdal. Hal ini sebagai mana mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melakukan iktikaf di masjid jamik. Alasannya, jumlah jemaah di masjid biasa lebih banyak.

Baca Juga  5 Mitos dan Fakta Saat Berpuasa yang Kerap Dipercaya

Lantas, bagaimana melaksanakan ibadah i’tikaf saat pandemi? Berdasarkan hadis dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR. Bukhari, no. 2996)

Dari hadits itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan,

وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فَمَنَعَ مِنْهَا وَكَانَتْ نِيَّته لَوْلَا الْمَانِع أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا

“Hadits di atas berlaku untuk orang yang ingin melakukan ketaatan lantas terhalang dari melakukannya. Padahal ia sudah punya niatan kalau tidak ada yang menghalangi, amalan tersebut akan dijaga rutin.” (Fath Al-Bari, 6:136)

Dengan demikian, bagi umat islam yang memiliki niat melakukan ibadah i’tikaf namun terhalang dengan pandemi, maka niatnya dicatat sebagai amalan baik, sekaligus sama besarnya ketika melakukan ibadah tersebut.

Cara I’tikaf di Rumah

Untuk memanfaatkan waktu terakhir bulan Ramadan, maka ibadah perlu ditingkatkan. Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa umat muslim bisa saja melakuka i’tikaf di rumah.

Baca Juga  6 Tips Lawan Kantuk Selama Work From Home

“Dalam masa corona, karena darurat bisa ambil nomor 3 (yakni sholat dalam rumah). Sumber: alfiqh al-islamy wa adillatuhu: juz 3, halaman 1757,” ujar Ustaz Abdul Somad di Instagram-nya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, seminim-minimnya, i’tikaf dapat dilaksanakan dalam waktu singkat, yakni waktunya lebih lama sedikit dari waktu saat ruku dalam salat. Untuk itu, beliau menganjurkan untuk melakukan i’tikaf di waktu-waktu tertentu, yakni:

  1.  Setelah salat Subuh, dilanjutkan dengan zikir menunggu matahari terbit, kemudian salat sunat isyraq.
  2.  Saat salat Isya, i’tikaf hingga selesai salat tarawih dan witir, kemudian dilanjutkan dengan baca Alquran dan zikir. Kira-kira waktu keseluruhan 90 menit.
  3. Di malam hari, sepertiga malam. Pilihan waktu itikaf saat malam lailatul qadar yakni dapat dilakukan dengan cara salat sunah wudhu, salat sunah taubat, salat sunah hajat, salat tahajud, dilanjutkan dengan membaca Alquran dan zikir.

Secara umum, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa i’tikaf dapat dilakukan di rumah dengan cara memperbanyak amalan sunnah yang disertai niat i’tikaf. Adapun amalan-amalan tersebut berupa salat sunnah, baca Alquran, berzikir, atau membaca buku pengetahuan agama Islam.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *