Budaya Riset dan Penelitian Indonesia Perlu Tumbuh

 Budaya Riset dan Penelitian Indonesia Perlu Tumbuh

Budaya Riset dan Penelitian Indonesia Perlu Tumbuh Lebih Rimbun

Budaya Riset dan Penelitian Indonesia Perlu Tumbuh – Ilmu pengetahuan merupakan sebuah lorong yang tidak akan pernah habis untuk dijelajah. Perkembangan dan inovasi menjadi perpanjangan umur dan benih baru untu terus menggali informasi yang berguna bagi kehidupan. Penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subjek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah.

Berdasarkan data SCImago, sepanjang 1996-2016, jumlah publikasi terindeks global Indonesia mencapai 54.146 publikasi. Bila dibandingkan Singapura, Thailand, dan Malaysia, peringkat Indonesia masih jauh berada di bawah ketiga negara ASEAN itu. Pada 2016, di tingkat dunia, Indonesia menempati peringkat 45 untuk jumlah dokumen yang terpublikasi internasional. Di kawasan Asia, posisi Indonesia berada di urutan 11, sementara di tingkat ASEAN peringkat keempat. Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2017 menunjukkan peneliti di Indonesia (hanya) berjumlah 9.685 orang, jumlah ini masih sangat minim.

Baca Juga  Menanam Benih Toleransi Bersama SabangMerauke

Baca Juga: Pendidikan Karakter untuk Indonesia yang Beradab

Kenapa Riset dan Penelitian itu Penting?

Negara-negara dengan perekonomian maju memiliki komitmen tinggi untuk berinvestasi dalam riset. Mereka percaya riset berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Tampak korelasi positif antara jumlah publikasi ilmiah, besaran anggaran, dan jumlah peneliti dengan peringkat universitas. Universitas dengan negara-negara yang berkomitmen tinggi dalam hal riset masuk dalam peringkat 50 besar dunia, misalnya  saja Singapura. Berdasarkan daftar QS tingkat dunia, National University of Singapore menempati urutan 12 dan Nanyang Technological University ke 13. Sementara di Asia, National University of Singapore menempati posisi pertama dan Nanyang Technological University peringkat ke 3.

Indonesia perlu melahirkan lebih banyak peneliti dari berbagai bidang pengetahuan. Sistem pendidikan perlu mawas diri untuk bisa menciptakan dan mendorong para pelajar agar lebih aktif dan produktif. Tidak hanya dalam bidang sains, politik, pertanian, namun juga seni, budaya, dan bahkan pariwisata. Sehingga jika Indonesia memiliki banyak peneliti dan karya ilmiah, iklim pengetahuan dan pembelajaran akan semakin luas. Inovasi, kreasi, dan solusi akan lebih banyak lahir dari pengalaman dan pengetahuan yang selalu terbuka pada hal baru. Pemerintah perlu mewadahi dan mendukung proses ini dengan sebaik mungkin. Butuh waktu yang tidak sebentar, tetapi harus segera di mulai untuk menyusul ketertinggalan Indonesia dalam dunia penelitian yang akan mempengaruhi banyak sektor kemajuan Indonesia terutama pendidikan.

Baca Juga  Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *