Brand Lokal Yang Cinta Bumi Karya Anak Bangsa

 Brand Lokal Yang Cinta Bumi Karya Anak Bangsa

kitapastibisa.id – Brand Lokal Yang Cinta Bumi Karya Anak Bangsa

Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang adalah Brand fashion lokal yang didirikan oleh Chitra Subyakto dengan membuktikan cinta bumi lewat pemilihan material yang digunakan. Selain itu, brand ini juga mengutamakan kesejahteraan para pengrajin, dan usaha untuk mengurai limbah yang ada.

Dengan menggunakan tencel, yaitu serat pakaian alternatif berbasis selulosa yang mudah terurai. Sejauh Mata Memandang menjual berbagai produk, diantaranya baju, celana, dan aksesoris.

Tak hanya itu, untuk membuktikan kepedulian mereka terhadap lingkungan, Sejauh Mata Memandang menggelar pameran. Yakni “Laut Kita Masa Depan Kita” yang diselenggarakan sampai 2 Februari lalu.

Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu perubahan iklim, dan kerusakan yang telah terjadi di Indonesia agar ekosistem laut tetap terjaga.

Baca Juga: MAKEUP ALA ANIME/COSPLAY JEPANG

Lanivatti

Brand fashion lokal satu ini berfokus pada travel attire ini berawal dari kegelisahan sang pendirinya, Nicoline Patricia Malina, yang tidak bisa menemukan pilihan brand travel attire yang nyaman, fashionable, dan fungsional.

Berangkat dari sanalah, Nicoline memiliki ide untuk menciptakan brand fashion untuk para traveler. Brand Fahion ini tidak hanya stylish dan nyaman, tapi juga bersifat sustainable, dan ramah lingkungan.

Kepedulian Nicoline terhadap menumpuknya sampah tekstil dan pakaian yang tidak lagi terpakai. Sampai, buruknya kondisi kesejahteraan pekerja industri fashion menjadi concern Nicoline membuat brand fashion yang sustainable ini.

Nicoline menjamin kalau 90% bahan pakaian Lanivatti menggunakan bahan yang biodegradable atau dapat terurai, seperti tencel. Proses pembuatannya juga dikerjakan secara teliti. Jadi, produknya bisa bertahan lama dan bisa digunakan bertahun-tahun mendatang.

Rupahaus

Rupahaus berdiri dari kepedulian Founder & Creative Director, Stephanie Chandra, atas kekayaan tekstil Indonesia yang kehilangan jati dirinya karena proses produksi yang tradisional digantikan dengan mesin yang berbahaya bagi lingkungan.

Tak hanya itu, menjamurnya fast fashion juga menjadi pengaruh terhadap pengrajin tekstil yang beralih menjadi buruh industri. Nah, karena hal itulah Rupahaus hadir sebagai brand yang mengusung sustainable fashion untuk menjaga lingkungan, dan mempertahankan warisan tradisi.

Rupahaus yang merupakan kolaborasi antara tim desain berbasis di Australia, dan pengrajin tekstil di desa-desa kecil Indonesia hadir dengan memadukan tradisi desain leisure wear yang chic dengan proses handmade, dan bahan natural yang tidak merusak lingkungan.

Baca Juga  Harjo Sutanto Menjadi Crazy Rich Tertua Indonesia

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *