Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat?

 Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat?

Kitapastibisa.id – Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat? – ayojakarta

Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat? – Ada yang berbeda dari suara azan pasca bulan suci Ramadan tahun 2020 ini. Jika sebelumnya seluruh masjid di Indonesia sepakat menyerukan umat muslim untuk salat di rumah, kini sebagian masjid mulai kembali memanggil jemaahnya untuk salat di masjid. Hal ini sekaligus mengamini wacana dibukanya kembali rumah ibadah saat normal baru.

Tampaknya suasana normal mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tak hanya pusat perbelanjaan dan jalanan saja yang ramai diserbu warga, tempat ibadah pun kembali aktif. Meski kegiatan salat berjamaah di masjid di beberapa masjid sudah dilakukan, mereka tidak meninggalkan protokol kesehatan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyusun protokol beribadah menyambut masa new normal atau normal baru. Protokol tersebut antara lain menjaga jarak saat salat, menggunakan masker, membawa sajadah atau alas salat sendiri, dan usahakan wudhu dari rumah.

Hal tersebut disampaikan Ketua PBNU, Marsudi. Ia mengatakan bahwa kedisiplinan adalah hal yang utama dalam menjalankan protokol kesehatan beribadah di masa normal baru.

Baca Juga  Jangan Lelah Berdoa dan Beristighfar

“Agar tidak saling berdempetan atau menumpuk satu sama lain, jadi petugas masjid harus disiplin mengatur jarak jamaah,” kata Marsudi.

Namun, protokol tersebut mengundang tanya, apakah salat dengan menggunakan masker dibolehkan?

Baca Juga: Cara Untuk Meraih Ketenangan Jiwa

Hukum Salat Menggunakan Masker

Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat?
Kitapastibisa.id – Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat? – detik

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa menutup mulut saat salat adalah makruh. Bahkan, hanya sekadar menyentuh mulut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang menutup mulutnya ketika shalat.” (HR. Abu Daud, no. 643 dan Ibnu Majah, no. 966. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani menilai hadits ini hasan).

Dari hadis tersebut diketahui bahwa hukum dasar menutup mulut dengan masker merupakan perangai yang makruh. Hal ini juga berlaku pada kaum muslimah yang bercadar saat salat. Mereka diimbau untuk melepaskan cadarnya saat salat sesuai dengan hadis tersebut.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,

“Menutup mulut dan hidung (at-talatstsum) atau menutup mulut saja dengan tangan atau yang lain ketika shalat dimakruhkan. Dimakruhkan juga menutup mulut dengan tangan. Hal ini dikecualikan untuk yang bersin dalam shalat, maka diperbolehkan menutup mulut karena dalam kondisi ini yang sesuai sunnah adalah menggunakan tangan untuk menutup mulut sebagaimana pengajaran yang terdapat dalam hadits di Shahih Muslim (hadits Abu Sa’id Al-Khudri di atas).” (Al-Majmu’, 3: 179)

Baca Juga  Soal Mencari Rezeki, Manusia Tidak Perlu Khawatir

Namun, terdapat sebuah kondisi yang membolehkan seseorang menutup mulutnya saat salat. Seseorang diizinkan untuk menutup mulutnya manakala ia bersin, batuk, atau pilek. Hal ini bertujuan agar orang lain tidak tertular penyakit. Mengapa demikian?

Sesuai dengan sebuah hadis, perilaku yang makruh dibolehkan apabila ada hajat. Kaidah ini menurut dari Abi Barzah bersumber dari hadis yang berbunyi,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568).

Abi Barzah mengatakan bahwa kala itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbincang-bincang hingga larut malam bersama Abu Bakar untuk membahas urusan kaum muslimin. Kejadian tersebut ditafsirkan oleh Abi Barzah sebagai kaidah yang membolehkan perihal makruh demi menunaikan hajat. Hal serupa juga dikatakan oleh Umar bin Al-Khattab dalam hadits riwayat Tirmidzi, no. 169.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *