Bocah Rambut Gimbal, Khas Dataran Tinggi Dieng

 Bocah Rambut Gimbal, Khas Dataran Tinggi Dieng

Kitapastibisa.id – Bocah Rambut Gimbal, Khas Dataran Tinggi Dieng – Phinemo

Bocah Rambut Gimbal, Khas Dataran Tinggi Dieng – Anak-anak yang berambut gimbal kerap kali ditemui di tengah masyarakat Dataran Tinggi Dieng. Tidak ada garis keturunan khusus dari anak yang berambut gimbal. Siapapun bisa, asal memiliki garis keturunan Dieng, kemungkinan menjadi anak berambut gimbal. Bahkan fenomena yang ada sampai sekarang ini masih tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.

Masyarakat Dieng menyebut anak-anak berambut gimbal dengan sebutan ‘anak gembel’. Ini karena rambut gimbal sering dikaitkan dengan orang yang jarang mandi atau malas mengurus tubuh mereka. Padahal, anak-anak berambut gimbal di Dieng merupakan anak-anak yang terawat.

Biasanya, anak-anak yang berambut gimbal adalah yang berusia 40 hari – 8 tahun. Tanda-tanda jika rambut si anak akan menggimbal adalah demam selama berhari-hari plus kejang. Begitu demamnya sembuh, rambutnya akan berproses menjadi gimbal.

Baca Juga: Kartini Muljadi Pebisnis Perempuan Yang Masuk Forbes

Cerita Dibalik Bocah Berambut Gimbal

Bocah Gimbal, Khas Dataran Tinggi Dieng
Kitapastibisa.id – Bocah Rambut Gimbal, Khas Dataran Tinggi Dieng – Liputan6

Indonesia dan berbagai macam keunikan di dalamnya. Salah satu keunikkan itu adalah bocah berambut gimbal. Orang tua yang memiliki anak berambut gimbal mengaku gimbal yang tumbuh pada rambut anaknya bukan bawaan lahir.

Baca Juga  Mie Lethek Khas Bantul yang Masih Eksis Hingga Kini

Ada dua versi yang beredar tentang asal mula anak-anak berambut gimbal. Versi pertama, anak-anak tersebut adalah titisan Kiai Kalodete, tetua Wonosobo. Dikisahkan Kiai Kalodete tidak kuat menahan beban dari rambut gimbalnya yang begitu berat. Ia pun berbagi beban rambut gimbalnya itu dengan keturunannya hingga kini ada banyak anak berambut gimbal di sekitar Dataran Tinggi Dieng.

Versi kedua, anak-anak tersebut merupakan titisan sepasang suami istri Kiai Kalodete dan Dewi Roro Ronce. Kalau dia laki-laki, dia adalah titisan Kalodete. Kalau dia perempuan, dia adalah titisan Roro Ronce. Roro Ronce adalah abdi Nyai Roro Kidul, penguasa pantai selatan. Ia mendapat tugas dari Nyai Roro Kidul untuk menyejahterakan rakyat. Konon , penanda kesejahteraan rakyat ialah dengan lahirnya anak-anak berambut gimbal.

Saat usia anak menuju remaja, biasanya akan meminta untuk dipotong rambut gimbalnya. Dan saat anak meminta untuk potong rambut gimbal, ada permintaan yang harus dituruti oleh orang tuanya. Jika tidak, rambut mereka akan tumbuh gimbal kembali.

Baca Juga  Bukti Peninggalan Kerajaan Utsmani di Kota Yogyakarta

Untuk pemotongan rambutnya pun tidak dengan cara dipotong di salon biasa. Melainkan dengan mengikuti ritual yang diadakan tiap tahun di Dieng. Dimana Rambut yang gimbal itu nantinya akan dipotong oleh sesepuh atau ketua adat setempat.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *