Bisakah Kita Belajar dari Kesuksesan Netflix?

 Bisakah Kita Belajar dari Kesuksesan Netflix?

Kitapastibisa.id – Bisakah Kita Belajar dari Netflix? – Republika

Bisakah Kita Belajar dari Kesuksesan Netflix? – Saat ini, Netflix merupakan platform hiburan nomor satu di dunia. Ia berhasil merajai dunia hiburan setelah menunjukan performa yang luar biasa sejak 8 taun terakhir. Dikutip dari IdnTimes, Netflix punya 182 juta lebih pelanggan, dengan rata-rata waktu menonton 100 jam per hari.

Tidak berhenti di sana. Dawai Netflix juga menjerat 15 persen penggunaan internet dunia. Lantas, apa kunci kesuksesan Netflix?

Sedikit yang mengetahui, bahwa Netflix sudah ada sejak tahun 1997. Alasannya, Marc Randolph dan Reed Hasting tidak menciptakan Netflix yang seperti sekarang pada awal berdirinya platform tersebut. Dahulu, Netflix adalah website jasa peminjaman DVD dan film. Unik bukan?

Harga untuk meminjam DVD film dari Netflix sebesar 4 dolar plus 2 dolar Amerika untuk jasa pengiriman. Jika dikonversikan ke dalam rupiah tahun 1997, sekitar 36 ribu rupiah. Namun, strateginya tersebut berhasil. Mereka mendapatkan peningkatan jumlah pelanggan dalam waktu 6 tahun setelah berdiri.

Netflix merupakan rental DVD yang populer hingga tahun 2005. Dengan jumlah 35.000 koleksi film, Ia mampu mengirim sebanyak 1 juta kaset DVD setiap harinya. Siapa sangka sebuah jasa peminjaman film menjadi bisnis yang menjadikan di era milenial?

Baca Juga  Gerakan Bersama Kreatifitas Bangsa untuk Perekonomian Indonesia

Sejak adanya layanan streaming film, kejayaan Netflix semakin menjadi-jadi. Namun, pemanfaatan media daring itu tidak akan optimal tanpa strategi yang tepat. Tahun 2007, Netflix menawarkan layanan rekomendasi video bagi pelanggannya. Pelanggan mendapatkan film rekomendasi sesuai dengan minat mereka, plus mereka masih dapat menonton film yang sesuai dengan selera mereka.

Selain fitur rekomendasi, Netflix juga menayangkan film karya sineas-sineas Indie. Netflix menggandeng produser film kecil dan mengangkat film mereka pada platformnya. Hal ini justru mendongkrak popularitas platform hiburan tersebut. Sejumlah film justru menjadi tayangan favorit pelanggan. Netflix juga memproduksi filmnya sendiri yang sukses merebut hati pelanggan.

Baca Juga: Kegiatan Asyik yang Mampu Meningkatkan Kinerja Otak

Tersandung Konten Tidak Aman

Memiliki strategi yang luar biasa, Netflix memiliki peluang bisnis yang besar di Indonesia. Namun, platform hiburan terbesar di dunia tersebut justru dicekal lantaran konten yang dinilai tidak aman. Dilansir dari kompas.com, Arif Prabowo, Vice President Corporate Communication Telkom Indonesia, angkat bicara.

“Saat ini Netflix tidak bisa diakses melalui Indihome maupun Telkomsel.” ungkap Arif, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Baca Juga  Bahaya Membaca Di Tempat Gelap  

Meski demikian, ada wacana untuk membuka kembali Netflix. Dilansir dari tek.id, hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim. Menurutnya, Netflix memiliki peluang untung mengembangkan prestasi dunia perfilman Indonesia.

“Ini adalah inisiatif pertama, kami senang sekali mengumumkan bahwa Netflix akan mengadakan pelatihan kepada 10 script writer Indonesia yang akan dikirim ke Hollywood,” ungkap Nadiem di kantor Kemendikbud, dikutip dari Kompas.com (14/1).

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate masih sejalan dengan Kemendibud itu. Ia mendorong Netflix agar lebih banyak menayangkan karya anak bangsa, dengan hak cipta sineas Indonesia.

Perdebatan tersebut setidaknya membuka dua peluang, yakni belajar strategi bisnis dari Netflix dan ilmu dunia perfilman. Bagaimana menurutmua?

Artikel Terkait