Bintang Timur Dalam Dunia Sepak Bola Indonesia

 Bintang Timur Dalam Dunia Sepak Bola Indonesia

Bintang Timur Dalam Dunia Sepak Bola Indonesia

Bintang Timur Dalam Dunia Sepak Bola Indonesia – Olahraga bisa berperan dalam menjaga semangat kebersamaan tanpa memandang perbedaan latar belakang manusia. Salah satunya adalah sepak bola menjadi sebuah bahasa yang dimengerti oleh banyak kalangan bahkan lintas negara. Olahraga yang identik dengan kecepatan dalam berlari, mengatur strategi, dan menguji ketajaman intuisi merupakan seni yang bisa dikembangkan di dalam dunia sepak bola.

Baca Juga: Apa Gen Z itu?

Mengenal Boaz Theofilius Erwin Bintang Timur Dalam Dunia Sepak Bola

Boaz Theofilius Erwin Solossa atau lebih dikenal dengan nama Boaz Solossa  lahir di Sorong, Papua Barat, 16 Maret 1986 adalah pemain sepak bola Indonesia. Boaz merupakan salah satu striker terbaik yang dimiliki Indonesia. Dia dikenal memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, akurasi umpan yang baik, tendangan dengan kaki kiri, serta teknik dribbling di atas rata-rata. Dalam urusan mencetak gawang, Boaz juga satu-satunya pemain sepak bola nasional yang mampu bersaing dengan striker asing untuk menjadi top scorer ISL.

Baca Juga  Angkie Yudistia, Sosok Perempuan Inspiratif

Boaz lahir di keluarga Solossa, keluarga terkenal di Provinsi Papua Barat. Pamannya, Jaap Solossa, adalah Gubernur Papua sebelum ia meninggal pada tahun 2005. Boas lahir di sebuah keluarga sepak bola juga, menjadi bungsu dari lima bersaudara. Hampir semua dari mereka adalah profesional sepak bola, termasuk saudaranya Ortizan dan Nehemia Solossa.

Boaz adalah sesosok yang mampu memberikan inspirasi dan teladan dari dunia olahraga. Prestasi, kebanggaan, dan cita-cita tidak hanya bisa diukir melalui prestasi akademik tetapi juga dalam dunia olahraga. Perjalanan yang ditempuh Boaz untuk menjadi seorang bintang sepak bola dari timur bukanlah hal yang mudah. Namun memang Boaz sudah lahir dan besar pada keluarga yang sangat mencintai sepak bola. Berkat kondisi seperti inilah membuat bakatnya terus terasah hingga pada 2004 bergabung dengan Perseru Serui. Kedatangannya ke kesebelasan tersebut menjadikan Boaz sebagai pemain utama klub meski masih berusia muda. Melejit dengan Tim PON Papua membuat nama Boaz terpilih untuk memperkuat Timnas. Saat itu bakat olah bola Boaz mampu membuat pelatih timnas Peter White meliriknya. Bahkan meski di usia muda dan belum banyak jam terbang namanya tetap dipercaya dan dibawa untuk mengikuti kejuaraan Asia Tenggara mewakili timnas.

Baca Juga  Chef Marinka Lepas Masa Lajang Diumur 40 Tahun

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *