Bersedekah Setiap Hari dengan Salat Duha

 Bersedekah Setiap Hari dengan Salat Duha

Kitapastibisa.id – Bersedekah Setiap Hari dengan Salat Duha – CNN

Bersedekah Setiap Hari dengan Salat Duha – Bersedekah merupakan amal ibadah yang mulia bagi manusia. Amalan tersebut identik dengan memberikan harta atau materi kepada yang membutuhkan. Namun, sedekah juga memiliki bentuk lainnya. Bersedekah boleh diartikan dengan memberikan kebaikan kepada orang lain. Itu dapat berbentuk bantuan kepada orang lain, membuat orang lain bahagia atau mendoakan. Namun, terdapat satu bentuk sedekah yang dilakukan kepada diri sendiri.

Sedekah kepada diri sendiri dapat dilakukan dengan salat duha. Salat duha merupakan salat sunnah yang dilakukan pagi hari. Waktu pelaksanaan salat duha ialah ketika matahari meninggi atau 15 menit setelah waktu subuh selesai hingga sebelum masuk zuhur.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut salat duha sebagai sebuah sedekah. Dari Abu Dzar radhiallahu’anhu, Nabi bersabda,

“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim no. 720).

Baca Juga  Shakira Penyanyi Latin Pertama yang Sukses Guncang Dunia

Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutnya dengan kata kewajiban. Ini menandakan bahwa salat duha memiliki keutamaan yang luar biasa bagi seorang muslim. Selain itu, dalam hadis lain, Rasulullah bahkan berwasiat kepada Abud Darda’ radhiallahu’anhu agar tidak meninggalkan salat duha. Dalam hadis tersebut beliau berkata,

“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku untuk tidak meninggalkan tiga perkara selama aku masih hidup: puasa tiga hari di setiap bulan, shalat dhuha dan tidak tidur sampai aku shalat witir” (HR. Muslim no. 722).

Baca Juga: Apa Itu Kecerdasan yang Sia-Sia?

Keutamaan Salat Duha

Banyak kajian yang menjelaskan bahwa salat duha merupakan pembuka pintu rezeki. Ungkapan ini adalah benar. Sesuai dengan hadis dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Baca Juga  Keutamaan Berpuasa Pada Bulan Muharram

Yang dimaksud rezeki tak melulu soal harta dan materi. Boleh jadi ia datang dalam bentuk keselamatan, kesehatan atau bentuk lainnya yang kita tidak duga-.

Namun, tahu kah Anda? Salat duha merupakan bentuk ketaatan seorang hamba. Salat tersebut menandakan seorang hamba yang hendak kembali taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutnya dengan salat awwabin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30).

Selanjutnya setelah melaksanakan salat duha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyontohkan untuk merapalkan doa. Doa tersebut lazimnya tak hanya dibaca selepas salat duha saja, melainkan setiap salat. dari Aisyah radhiallahu’anha,

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah shalat dhuha, kemudian membaca doa: /Allaahummagh firlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim/ (Ya Allah, ampunilah dosaku, dan terimalah taubatku, sungguh Engkau adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang). Beliau ucapkan ini 100x” (HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 219, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrad).

Baca Juga  Angkie Yudistia, Sosok Perempuan Inspiratif

Artikel Terkait