Balasan Bagi Orang yang Bersedekah di Kala Sempit

 Balasan Bagi Orang yang Bersedekah di Kala Sempit

Kitapastibisa.id – Balasan Bagi Orang yang Bersedekah di Kala Sempit – Gesuri

Balasan Bagi Orang yang Bersedekah di Kala Sempit – Memberikan bantuan kepada orang yang kurang beruntung merupakan hal yang mulia. Bahkan, sebagian orang bercita-cita untuk menjadi seorang dermawan. Tak pelik, mereka berupaya kuat mengumpulkan harta agar mampu mewujudkannya.

Bersedekah merupakan salah satu wujud nyata dari bantuan, khususnya dalam Islam. Bersedekah untuk membantu orang lain merupakan amalan muta’addi atau ibadah yang dampaknya bagi orang lain. Amalan tersebut akan diberikan balasan langsung oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana hadis dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Muslim yang satu dan muslim lainnya itu bersaudara. Maka hendaklah tidak menzalimi, jangan biarkan saudaramu (yang menzalimi dan dizalimi). Siapa yang selalu menolong saudaranya dalam hajatnya, maka Allah juga akan menolong hajatnya pula. Siapa yang menghilangkan kesulitan seorang muslim, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya dari berbagai kesulitan yang dihadapi pada hari kiamat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari, no. 2442 dan Muslim, no. 2580)

Baca Juga  Rasa Malas dalam Kacamata Islam dan Cara Mengatasinya

Allah akan mengangkat kesulitan seorang hamba di akhirat yang membantu saudaranya saat di dunia. Bahkan, dalam hadis lain disebutkan bahwa bersedekah mampu membersihkan diri dari dosa.

“Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api. Hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Baca Juga:Waspada Futur, Penyakit Kendurnya Iman

Jihad dalam Bersedekah di Kala Sempit

Bersedekah di kala mampu merupakan hal yang lumrah. Lantas, bagaimana dengan mereka yang rela menyisihkan hartanya untuk orang lain di kala sempit? Bagi mereka, Allah berfirman,

“Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan.” (QS. Al-Balad: 11-14).

Orang yang bersedekah di saat sempit adalah orang yang menempuh jalur kesukaran. Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah menyebut mas-ghabah dalam ayat tersebut bermakna sebagai kondisi kelaparan. Kapan kondisi kelaparan tersebut?

Baca Juga  Melihat Kepribadian Muslim dari Cara Ia Berbicara

Pandemi corona membuat sebagian besar masyarakat kehilangan pendapatan. Kondisi yang sulit ini kian mencekik bagi sebagian orang. Pedagang yang biasanya ramai disambangi pembeli kini tak lagi ramai. Atau pengemudi kendaraan umum yang biasa mengantarkan warga kini tak lagi jalan.

Dengan memaknai hadis bersedekah, maka kita mengetahui keutamaan bersedekah, khususnya saat pandemi. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut sejumlah manfaat dari bersedekah, antara lain:

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah malapetaka (bala), sampai sedekah itu melindungi dari orang yang zalim. Ibrahim An-Nakha’i mengatakan, ‘Orang-orang dahulu memandang bahwa sedekah akan melindungi dari orang yang suka berbuat zalim.’ Sedekah juga akan menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati, serta menyebabkan hati yakin dan berbaik sangka kepada Allah.” (‘Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hlm. 313).

Artikel Terkait