Bahaya Tanning, Rusaknya Jaringan Kulit

 Bahaya Tanning, Rusaknya Jaringan Kulit

kitapastibisa.id – Bahaya Tanning, Rusaknya Jaringan Kulit

Bahaya Tanning, Rusaknya Jaringan Kulit – Skin tanning adalah proses penggelapan kulit untuk mendapatkan warna yang lebih eksotis. Biasanya proses tanning dilakukan oleh mereka yang memiliki kulit putih. Tanning biasanya dilakukan dengan berjemur dibawah sinar matahari ataupun didalam ruangan dengan menggunakan tanning bed.  Adanya sinar UV membuat pelepasan zat pigmen dalam kulit yang membuat kulit lebih gelap.

Biasanya kegiatan tanning juga dikombinasikan dengan tan oil, yaitu minyak khusus agar warna gelap kulit lebih optimal. Beberapa produk sudah mengandung SPF agar kegiatan berjemur tetap aman.

Baca Juga: Homo Erectus, Orang Indonesia Asli

Tanning Menyebabkan Kanker Kulit

Tahu kah kalian bahwa salah satu bahaya tanning adalah rusaknya jaringan kulit? Tanning secara alami dapat dilakukan dengan berjemur di bawah sinar matahari selama beberapa jam, untuk mendapatkan kulit cokelat. Namun, berjemur yang efektif dilakukan tidak lebih dari satu jam. Karena kulit yang terlalu lama terkena sinar matahari bisa membuat kulit terbakar. Selain itu, sinar matahari yang menusuk tajam ke dalam permukaan kulit juga bisa membuat kanker kulit.

Baca Juga  Manfaat Lendir Siput Untuk Kulit

Tanning dengan cara menggunakan tanning bed atau krim tertentu. Metode ini praktis dan cepat. Yakni dengan cara memasukkan tubuh ke dalam boks khusus yang di dalamnya dilengkapi bed dan lampu neon yang memancarkan sinar ultraviolet dalam spektrum yang menyerupai sinar matahari. Orang yang masuk ke dalam boks tersebut harus memakai pelindung mata dan menanggalkan pakaian. Daya lampu dan lamanya tanning bergantung kondisi masing-masing kulit.

Karena proses ini dilakukan secara instan, maka bahaya yang timbul akan jauh lebih besar. Bahkan ada beberapa orang yang melakukan metode ini mengeluhkan sakit. Di Amerika Serikat sendiri, tanning seperti ini sudah dilarang bagi mereka yang masih kurang dari 18 tahun.

Metode Spray Tanning dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan warna cokelat (sesuai keinginan) ke seluruh permukaan kulit secara merata, hingga warna kulit berubah menjadi kecokelatan. Metode ini dianggap yang paling aman meskipun hasilnya tidak permanen hanya dapat bertahan 5 hingga 7 hari.

Apapun usaha anda untuk merubah kulit menjadi lebih gelap atau lebih putih, itu bukanlah metode yang benar dalam memperlakukan kulit Anda. Sebab, kulit membutuhkan nutrisi dan perawatan yang baik, bukan merubahnya dengan paksa. Sehingga hanya penyakit yang akan didapatkan. Jika memang berniat untuk melakukan tanning, pastikan kamu melakukannya dengan cara yang aman dan tetap perhatikan risiko yang akan diperoleh.

Baca Juga  Daun Kelor Bagus Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *