Ayu Larasati, Perupa Keramik Muda dari Indonesia

 Ayu Larasati, Perupa Keramik Muda dari Indonesia

Kitapastibisa.id – Ayu Larasati, Perupa Keramik Muda dari Indonesia – Linetoday

Ayu Larasati, Perupa Keramik Muda dari Indonesia – Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.

Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat.

Salah satu perupa keramik yang dimiliki oleh Indonesia adalah Ayu Larasati. Melalui brand “Ayu Larasati Ceramics” ia membuat karya-karya berupa mug, juicer, mangkuk, dan berbagai jenis table wear yang bisa digunakan sehari-hari.

Sebelumnya, dengan latar belakang pendidikan di luar negeri ia mulai menemukan “passion” hidupnya melalui keramik. Ia mengenyam pendidikan di jurusan Desain Industri di Ontario College of Art and Design (OCAD University), Kanada.

Setelah lulus, ia bekerja di sebuah perusahaan desain dan manufaktur yang mengerjakan desain produk dan furnitur untuk berbagai perusahaan seperti McDonalds, Carnival Cruise Lines, dan Days Inn Hotels. Saat itu, aktivitasnya  banyak berkutat dengan ide dan lebih menggunakan perangkat komputer, lebih konseptual.

Baca Juga  Tips Dalam Menulis Cerita Perjalanan

Ia fokus dalam membuat dan mengajukan ide ke klien, membuat konsep, tapi yang mengerjakan orang lain. Hal tersebut membuat Ayu jenuh dan berpikir untuk membuat sesuatu dengan tangannya sendiri. Kemudian, Ayu ikut kelas membuat keramik. Sampai akhirnya memutuskan jadi pembuat keramik.

Baca Juga: 5 Manfaat Yoga untuk Kesehatanmu

Perjalanan Ayu Larasati memutuskan menjadi perupa keramik

Ayu Larasati, Perupa Keramik Muda dari Indonesia
Kitapastibisa.id – Ayu Larasati, Perupa Keramik Muda dari Indonesia – cosmopolitanfm

Ayu Larasati menuturkan, karena pada saat kuliah di Kanada, di tahun keduanya ia mempunyai dua kelas yang mengharuskan untuk diambil, salah satunya ‘Pottery Class’, saat itulah tumbuh rasa cintanya dan passion dalam bidang keramik.

“Proses kecintaan terhadap keramik itu pelan-pelan dan tidak langsung. Sebetulnya di tahun kedua kelas keramik tersebut mau dihapuskan karena jarang peminatnya dan lebih mengutamakan digital design. Pokoknya lebih banyak ke teknologi dan tradisional mulai ditinggalkan,” ujar Ayu kepada.

Ayu menceritakan mengenai keramiknya, tiap desain keramiknya terdapat bagian-bagian yang tidak diwarnai.

Hal ini dimaksudkan untuk menonjolkan warna alami tanah liat ketika sudah dibakar. Tanah liat yang digunakan juga didatangkan langsung dari Sukabumi karena kualitasnya yang sudah tidak diragukan lagi. Ia mengerjakan semuanya sendiri dan semuanya dikerjakan di garasi rumah.

Baca Juga  Ekspresi Seni Melukis dengan Media Kopi

Artikel Terkait