Atlet Angkat Besi Remaja Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

 Atlet Angkat Besi Remaja Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

kitapastibisa.id – Atlet Angkat Besi Remaja Indonesia Pecahkan Rekor Dunia – skor.id

Angkat besi atau weightlifting adalah cabang olahraga yang bersaing untuk mengangkat beban berat yang disebut dengan barbel, yang dilakukan dengan kombinasi dari kekuatan, fleksibilitas, konsentrasi, kemampuan, disiplin (sangat penting), atletis, fitnes, teknik, mental dan kekuatan fisik. Indonesia memiliki catatan yang sangat baik dalam bidang olahraga yang satu ini.

Dalam banyak kujuaraan dan pesta Olahraga Internasional, cabang olahraga angkat besi selalu memberikan sumbangsih untuk Indonesia. Tadi malam (15/2), M. Faathir bersinar di Asian Junior Championships (Kejuaraan Asia Junior) 2020. Tidak hanya memborong tiga emas, spesialis kelas 61 kg itu juga mempertajam dua rekor dunia remaja atas namanya sendiri.

Baca Juga: Pertukaran Pemimpin Muda Siap Diikuti Oleh Dolly Pince Waine

Rekor Baru yang Berhasil Dicetak

Dalam kejuaraan yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, itu, Faathir berhasil mencatat angkatan snatch 119 kg, clean and jerk 154 kg, dan total angkatan 273 kg. Rekor baru yang dicetaknya adalah clean and jerk dan total angkatan.

Sebelumnya, rekor dia untuk clean and jerk adalah 153 kg dan total angkatan 272 kg. Rekor tersebut dibukukan saat Asian Youth Championships (Kejuaraan Asia Remaja) 2019 di Pyongyang, Korea Utara.

Kemudian, pada clean and jerk, dia membuka angkatan pertama dengan 146 kg. Dalam tiga kali kesempatan, Faathir sukses hingga membukukan rekor dunia baru 154 kg. Itu berarti, di kelas 61 kg, Indonesia punya dua lifter yang memegang rekor dunia. Di kelas senior, ada Eko Yuli Irawan yang punya rekor dunia clean and jerk dengan 174 kg.

Raihan kemarin menjadi hiburan menyenangkan bagi Faathir. Cowok kelahiran 21 Mei 2003 itu kali terakhir tampil di Pyongyang Oktober 2019. Dia tidak masuk skuad SEA Games 2019. Sebab, di kelasnya ada Eko yang mengejar poin kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Faathir kali pertama terjun di level internasional pada Arafura Games April 2019. Sejak itu angkatan dia terus meningkat. Pada event di Darwin, Australia, tersebut, Faathir meraih total angkatan 251 kg. Lalu, saat Kejuaraan Dunia Junior tahun lalu, total angkatannya naik 10 kg. Terjun di Pyongyang naik menjadi 272 kg. Dan puncaknya terjadi tadi malam.

Baca Juga  Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *