Antara Sehat dan Kaya Mana yang Lebih Utama?

 Antara Sehat dan Kaya Mana yang Lebih Utama?

Kitapastibisa.id – Antara Sehat dan Kaya Mana yang Lebih Utama? – Detik

Antara Sehat dan Kaya Mana yang Lebih Utama? – Siapa yang tidak ingin menjadi kaya raya? Setiap manusia setidaknya memiliki keinginan untuk menimang harta. Namun ada yang lebih baik dari kekayaan harta. Dalam sebuah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69, shahih kata Syaikh Al Albani)

Sehat lebih utama dari kaya. Benarlah sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa ‘kesehatan itu mahal.’ Dengan kesehatan tersebut, seorang muslim dapat melakukan segala ibadah dan aktivitas bermanfaat. Namun bayangkan jika seseorang terkena penyakit. Aktivitasnya terganggu, bahkan ia harus membayarkan sejumlah uang untuk pengobatannya.

Tidak ada gunanya jika kaya namun sakit. Sama halnya tidak ada artinya jika kaya namun hatinya sempit dalam beribadah. Imam As Suyuthi menjelaskan perkara tersebut bagwa orang yang kaya yang tidak bertakwa akan memanfaatkan harta semaunya saja. Ia cenderung tidak tahu apakah hartanya digunakan pada yang halal atau yang haram. Seorang kaya yang tidak bertakwa hanya akan menghambur-hamburkan kekayaannya.

Baca Juga  Designer Kenzo Takada Meninggal Dunia karena Covid-19

Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa takwa adalah kunci. Sehat atau pun kaya, seorang muslim harus melandaskannya pada ketakawaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jabirbin ‘Abdillah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).

Baca Juga: Ganjaran Bagi Orang yang Memberikan Pinjaman

Kaya yang Seperti Apa?

Hadis sebelumnya menyebutkan kekayaan hati sebagai salah satu nikmat. Dalam pandangan Islam, itulah kekayaan yang sesungguhnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Baca Juga  Hukum Memakan Daging Tupai, Halal atau Haram?

Hati yang selalu merasa cukup akan membawa seseorang dalam kebahagiaan. Ia senantiasa bersyukur atas segala apa yang ia terima dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sifat qanaah dalam diri seorang muslim merupakan wujud dari ketakwaannya kepada Rabb-nya. Ini yang menjelaskan mengapa sehatnya orang bertakwa lebih utama dari kekayaan.

Sehatnya orang bertakwa tidak hanya membawanya pada semangat beramal saleh. Namun juga membawa seorang muslim pada kekayaan hati dan rasa syukur. Oleh karena itu, mintalah kesehatan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun doa agar selalu diberikan kesehatan sebagaimana dalam hadis dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK” [Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu]. (HR. Muslim no. 2739).

Baca Juga  Mudah Bosan Termasuk Akhlak yang Buruk

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *