Anak Bangsa Kembangkan Robot Sterilisasi Ruang Isolasi Pasien Corona

 Anak Bangsa Kembangkan Robot Sterilisasi Ruang Isolasi Pasien Corona

kitapastibisa.id – Anak Bangsa Kembangkan Robot Sterilisasi Ruang Isolasi Pasien Corona – Liputan6

Anak Bangsa Kembangkan Robot Sterilisasi Ruang Isolasi Pasien Corona – “Kegunaan UVC (sinar ultraviolet tipe c) adalah untuk meng-inaktivasi microba khususnya virus. Keunggulannya penggunaan UVC adalah sterilisasi dan desinfeksi yaitu tidak meninggalkan residu,” tulis Peneliti Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, Irwan Purnama dalam keterangan resmi, Minggu (12/4/2020).

Bayangkan, Anda terganggu dengan suara bising nyamuk yang berkeliaran di kamar tidur Anda. Tak hanya berisik, si hewan mungil itu kerap menyelinap untuk menghisap darah Anda, bahkan menukarkannya dengan penyakit. Sebutlah demam berdarah atau malaria. Anda mungkin setengah mati mencari cara untuk memburu nyamuk tersebut. Mulai dari menggunakan tangan Anda, raket nyamuk, hingga obat nyamuk. Mungkin, Anda akan memilih obat nyamuk sebagai senjata andalan Anda. Sekali tekan, nyamuk pingsan, bahkan mati.

Bagaimana jika nyamuk ini berukuran kecil hingga tak terlihat mata, tak bersuara, dan mematikan? Anda tentu akan membeli obat nyamuk yang ampuh nan sakti mandraguna untuk memburu makhluk tersebut. Begitu juga virus corona yang saat ini sedang menghantui dunia. Sejumlah anak bangsa tengah mengembangkan robot yang mampu bekerja layaknya obat nyamuk memburu nyamuk.

Baca Juga  Ayu Larasati, Perupa Keramik Muda dari Indonesia

Sebagaimana keterangan Irwan Purnama, Peneliti Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, di bagian awal artikel, ia bersama sejumlah rekannya merakit sebuah robot bernama Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR). Robot tersebut memancarkan sinar ultraviolet tipe c (disingkat menjadi UVC) dengan jangkauan mencapai 254 nanometer untuk melawan mikroba dan virus. Sederhananya, fungsinya mirip dengan semprotan disinfektan sebelumnya.

“Seperti halnya penggunaan kimia basah sehingga akan sangat cocok digunakan di ruang isolasi, UVC diharapkan bisa meng-inaktivasi virus yang menyebar dalam bentuk aerosol di udara, droplet atau yang menempel pada permukaan benda pada peralatan medis di ruangan isolasi tersebut,” imbuh Irwan.

Pengembangan robot tersebut merupakan kolaborasi antara Telkom University dan Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, yang terdiri dari Angga Rusdinar, S.T., M.T., Ph.D dari Telkom University, Dr. Irwan Purnama dari LIPI, Dr. Kemas Muslim Lhaksmana dari Telkom Univeristy, dan Dr. Ratih Asmana dari LIPI.

Baca Juga: Jumping Smash Ini Bikin Kevin Sanjaya Dijuluki ‘Lightning Sukamuljo’

Berisiko, Robot Bukan untuk Rumah Tangga

Irwan menyebutkan bahwa robot AUMR bukan untuk digunakan di tingkat rumah tangga lantaran berisiko. Robot tersebut dapat menyebabkan kanker kulit atau katarak jika manusia terpapar langsung oleh UVC dalam jangka waktu yang lama. Sederhananya, robot ini harus digunakan tanpa campur tangan manusia langsung. Oleh karena itu AUMR harus dioperasikan menggunakan mobile robot atau remot kontrol untuk mengurangi peran manusia dalam proses aktivasi.

Baca Juga  Membangun Indonesia dari Papua, Sebuah Cita-Cita Billy Membrasar

“Bila ada tenaga medis atau pasien di dalamnya harus terlindungi dari paparan UVC. UVC bisa menyebabkan kanker kulit atau katarak pada mata dalam jangka panjang. Karena itu, kami menggabungkan UVC dengan Mobile Robot ini untuk menghindari peran manusia dalam proses sterilisasi tersebut,” paparnya.

Robot tersebut masih dalam tahap pengembangan. Sejumlah pengujian mesti dilakukan demi menunjang efektivitas serta mengurangi risiko. Dr. Ratih Asmana, Peneliti Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, mengatakan bahwa uji coba AUMR dilakukan dalam beberapa skeario, yakni pada ruangan dengan tekanan positif, ruangan tekanan negatif, dan ruangan umum.

“kami menguji kemampuan robot untuk mensterilisasi ruangan. Untuk tahap awal, kami menguji dulu kemampuannya terhadap bakteri, jadi akan dibandingkan jumlah bakteri sebelum dan sesudah penyinaran. Pengujian dilakukan di beberapa tipe ruangan: ruangan tekanan positif seperti ruangan operasi, ruangan tekanan negatif seperti ruangan isolasi, dan ruang umum”.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *