5 Mitos Kesehatan yang Kerap Dipercaya

 5 Mitos Kesehatan yang Kerap Dipercaya

Kitapastibisa.id – 5 Mitos Kesehatan yang Kerap Dipercaya – Alodokter

5 Mitos Kesehatan yang Kerap Dipercaya – Entah dari mana asalnya, masyarakat Indonesia punya sejumlah cara unik untuk menangkal penyakit. Dikatakan unik, lantaran beberapa di antaranya bahkan tak ditemukan di negara lain. Beberapa dari pengobatan tersebut ada yang manjur dan sebagian lainnya tidak. Sebetulah salah satunya seperti kerokan.

Anda pasti pernah kerokan, bukan? Ketika Anda merasa kurang sehat, tak jarang orang tua Anda melontarkan sebuah vonis yang isinya, “pasti masuk angin, tuh!”. Bak dokter yang sudah melakukan analisanya, orang tua Anda kemudian memberikan solusi pengobatan untuk penyakit Anda. Pengobatan yang murah dan praktis, yakni kerokan. Hal ini kemudian mengundang pertanyaan dari sejumlah orang. Apakah benar ampuh?

Selain kerokan, ternyata dunia medis memiliki daftar mitos pengobatan ‘alternatif’ yang ada di Indonesia. Dilansir dari akun instagram doctor_online.id, mitos kesehatan itu antara lain, menggunakan selimut saat demam, tidak boleh mandi saat demam, kerokan, tidak boleh mandi malam hari, dan pasien cacar tak boleh mandi.

Lima mitos kesehatan di Indonesia:

Baca Juga: SMA Kolese de Britto, Sekolah Siswa Laki-Laki Berambut Gondrong

1. Menggunakan Selimut Tebal Saat Anak Demam

Ketika anak mengalami demam, biasanya orang tua kerap memakaikan selimut tebal padanya. Sebagian orang berpikir dengan menggunakan selimut yang tebal, suhu tubuh dapat berangsur turun melalui keringat yang mengucur. Namun, faktanya tidak demikian. Bahkan, hal tersebut cenderung berbahaya.

Baca Juga  Langkah Mudah Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Dengan memakaikan selimut tebal atau pakaian tebal pada anak, justru suhu tubuh akan semakin naik. Ketika suhu tubuh mencapai angka 39 derajat celcius atau lebih, anak berisiko kejang lantaran suhu yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, anggapan penggunaan pakaian tebal saat anak demam boleh jadi salah. Pada saat kondisi demam, lebih baik anak dipakaikan pakaian yang tipis agar suhu tubuh turun.

2. Tidak Boleh Mandi Saat Demam

Betul, mandi saat demam terasa tidak nyaman. Jangankan mandi, memikirkannya saja sudah membuat badan terasa semakin tidak karuan. Apalagi dengan air dingin. Pasien demam kerap kali menganggap mandi saat demam justru memperparah kondisi mereka. Namun, mandi saat demam ada manfaatnya juga, lho.

Faktanya, mandi saat demam bisa menurunkan suhu tubuh. Ketika demam tidak disertai menggigil, maka mandi menggunakan air dengan suhu normal mampu membantu menurunkan suhu tubuh. Namun, ketika demam disertai menggigil dan suhu yang tinggi, gunakanlah air hangat untuk mandi. Jika perlu, gunakan kompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh.

3. Dikerok

Kerokan atau punggung yang dikerok dengan alat yang agak tumpul–biasanya koin–sudah menjadi obat dari segala umat, khususnya di Indonesia. Punggung akan terlihat merah akibat benda tumpul yang terus menggerus punggung. Harapannya, angin yang membuat tubuh sakit akan keluar melalui alur merah yang disebabkan oleh kerokan tadi. Faktanya, ada perbedaan pendapat di kalangan dokter mengenai pengobatan ini.

Baca Juga  Lidah Buaya dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Metode pengobatan yang disebut oleh orang Inggris sebagai red dragon message ini kerap dinilai merugikan pasiennya. Beberapa dokter menganggap kerokan dapat menipiskan kulit hingga merusak pembuluh darah. Namun, permasalahan utama dari pengobatan ini di Indonesia adalah, warga kerap menggantungkan obat dari segala penyakit dengan kerokan.

Ketika segala penyakit dianggap tuntas dengan kerokan, maka ketika seseorang terjangkit penyakit tidak langsung mendapatkan penanganan optimal. Menurut sebagian dokter, kerokan hanya mampu meredakan rasa tidak nyaman pada tubuh karena memicu hormon endorfin. Namun dalam sebagian penyakit, kerokan tak menyelesaikan masalah utamanya.

4. Mandi Saat Malam Hari Menyebabkan Rematik

Banyak orang yang kerap salah kaprah soal penyebab rematik. Salah satunya ialah mandi saat malam hari. Sebagian orang melarang dirinya atau orang lain untuk mandi malam hari karena alasan kesehatan, yakni penyebab rematik. Padahal, tidak demikian.

Dalam kasus khusus, seperti setelah melakukan aktivitas berat atau pulang dari tempat yang kotor, maka mau tak mau harus mandi meskipun pada malam hari. Jika membiarkan tubuh kotor dengan mengikuti anjuran ‘tidak mandi malam demi jauh dari rematik’, justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Kuman dan bakteri akan berkembang pada tubuh yang kotor yang boleh jadi akan mengakibatkan Anda terjangkit penyakit lainnya.

Baca Juga  Brand Fashion Dunia Kompak Membuat APD Gratis

Faktanya, mandi malam hari boleh. Jika Anda yang memiliki rematik, maka gunakanlah air hangat. Menjaga kebersihan itu penting, lho.

5. Pasien Cacar Air Tidak Boleh Mandi

Mitos mengenai larangan mandi saat orang terkena cacar adalah salah. Mitos tersebut mengatakan bahwa mandi justru mempercepat penyebaran virus cacar, sehingga penyakit akan semakin parah. Faktanya, hal ini justru bertentangan dengan prinsip medis.

Prinsip medis yang dimaksud adalah menjaga kebersihan. Penderita cacar memiliki kelainan pada kulit yang disebabkan oleh virus cacar. Dengan mandi, justru virus tersebut akan terhambat penyebarannya ke permukaan yang lain. Pasien cacar diimbau untuk menjaga kebersihannya agar penyakitnya tidak semakin parah. Salah satunya dengan mandi, di samping penggunaan obat.

 

Bagaimana? Apakah Anda salah satu yang mempercayai mitos tersebut? Jika iya, maka ada baiknya segera diubah, demi kesehatan Anda ke depannya. Berkonsultasilah dengan dokter perihal penyakit Anda, jika Anda tidak yakin dengan penanganan dan pengobatan alternatif. Semoga sehat selalu!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *