5 Mitos dan Fakta Saat Berpuasa yang Kerap Dipercaya

 5 Mitos dan Fakta Saat Berpuasa yang Kerap Dipercaya

kitapastibisa.id – 5 Mitos dan Fakta Saat Berpuasa yang Kerap Dipercaya – Dokter Sehat

Tidak boleh berolahraga saat berpuasa merupakan salah satu mitos yang kerap dipercaya sebagian orang. Terang saja, kadang kali berolahraga saat puasa membuat kondisi tubuh lemas. Tak hanya lemas, namun juga membuat diri semakin haus dan lapar.

Bagi sebagian orang yang gemar berolahraga, maka meninggalkannya selama satu bulan merupakan hal yang berat. Begitu pula yang menjadikan olahraga sebagai program menjaga kesehatan. Tidak olahraga selama bulan puasa dapat merusak program mereka. Namun, apa faktanya?

Faktanya larangan berolahraga saat berpuasa tak sepenuhnya salah dan tak sepenuhnya benar. Dalam kondisi berpuasa, olahraga sebaiknya tidak dilakukan pagi hari atau siang karena dapat memicu dehidrasi. Selain itu, tidak berolahraga saat berpuasa berisiko meningkatkan kadar gula.

Berbagai mitos lainnya kerap menghantui diri saat berpuasa. Beberapa di antaranya seperti berbuka dengan yang manis atau tidak sahur tidak masalah. Mari simak 5 mitos kesehatan saat berpuasa.

Baca Juga: Zakat Fitrah Bisa jadi Solusi di Tengah Pandemi

1. Berbuka dengan minuman dingin

Tentu rasanya sangat menyegarkan menenggak minuman dingin saat berbuka puasa. Selain karena alasan menyegarkan, sebagian orang memilih berbuka puasa dengan yang dingin dengan anggapan bahwa minuman tersebut aman saat kita berpuasa. Faktanya, berbuka dengan minuman dingin sangat tidak dianjurkan.

Baca Juga  Manfaat Madu Untuk Kesehatan Tubuh

Bayangkan, saat Anda berpuasa suhu tubuh Anda lebih hangat dari biasanya. Kemudian, setelah kurang lebih 12 jam tidak diisi air, Anda langsung menenggak minuman dingin. Ini akan berakibat buruk bagi tubuh. Selain itu, sifat dari minuman dingin yang mengikat lemak bukanlah kombinasi yang baik ketika Anda menyandingkan gorengan dengan minuman dingin sebagai menu berbuka. Hasilnya, Anda tidak hanya berisiko terkena flu atau radang tenggorokan, namun juga peningkatan berat badan.

2. Tidak sahur tidak masalah

Bagi orang yang sedang menjalani program diet kerap menganggap tidak sahur tidak apa–demi menurunkan berat badan. Anggapan lainnya muncul dari mereka yang kadang suka telat bangun sahur. Faktanya tidak sahur dapat mengganggu aktivitasmu di pagi hari.

Sahur sama seperti makan pagi atau sarapan yang berfungsi untuk membangun metabolisme dan kecukupan oksigen di pagi hari. Sehingga, jika melewatkannya maka akan mengganggu aktivitas di pagi hari lantaran tubuh terasa lemas. Hal ini juga berlaku pada sahur dengan satu menu saja, seperti susu saja atau nasi saja. Hal itu tidak dianjurkan karena tidak semua orang memiliki ketahanan tubuh yang sama.

Baca Juga  Homo Erectus, Orang Indonesia Asli

3. Puasa dapat menurunkan berat badan

Anggapan puasa dapat menurunkan berat badan ada benarnya. Namun, perlu Anda perlu memperhatikan pola makan Anda saat berbuka. Faktanya, puasa terbukti mampu menjadi program diet yang baik. Namun, ketika terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi, makanan bersantan, manis, atau karbohidrat tinggi. Justru efeknya berseberangan dari program diet, yang menjadi gemuk.

Untuk itu, untuk menyeimbangkan program diet Anda saat berpuasa, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi buah, sayur, dan daging tanpa lemak.

4. Puasa dapat menyembuhkan berbagai penyakit

Ramai informasi soal kemampuan berpuasa untuk menyembuhkan penyakit. Hal ini benar adanya. Berpuasa dapat meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh. Sehingga, penyakit ringan seperti flu akan mudah minggat. Namun, hal ini harus didukung oleh asupan makanan yang memadai.

Puasa mampu menyehatkan sistem pencernaan manusia. Saat berpuasa, pencernaan manusia yang tadinya hampir tidak pernah istirahat, akhirnya dapat rehat sejenak. Berpuasa juga merupakan program detoksifikasi yang baik. Namun, ketika Anda berlebihan saat makan berbuka puasa sistem pencernaan Anda dapat terganggu. Sehingga, manfaat-manfaat puasa sebelumnya tidak dapat dirasakan.

Baca Juga  Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Makanan Instan

5. Berbukalah dengan yang manis

Siapa yang masih ingat tagline iklan minuman yang mengajak kita berbuka dengan yang manis? Faktanya, ajakan itu cukup berisiko. Pada dasarnya saat Anda berpuasa, tubuh Anda akan kekurangan kadar gula. Berbuka dengan yang manis tentu menjadi opsi untuk mengembalikan kadar gula Anda. Tapi tunggu dulu, tidak semua makanan yang manis boleh dikonsumsi, lho.

Makanan manis dengan kalori dan lemak yang tinggi dapat membuat lambung Anda kaget. Untuk mengatasinya, Anda dianjurkan tidak langsung berbuka dengan yang manis. Minumlah segelas air putih sebagai peringatan pada tubuh. Kemudian, makanan manis yang dianjurkan adalah sebutir kurma. Kandungan gulanya tinggi, namun sulit dicerna.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *